Selasa, 14 April 2020

Tips agar motor irit

Kali ini saya akan memberikan beberapa tips agar motor anda lebih irit.

1. Tekanan Ban
Meski terdengar sepele, namun hal ini memiliki manfaat besar dalam menghemat konsumsi BBM. Jika tekanan angin kurang, BBM dapat lebih boros sekira 10-15 persen.karena jika tekanan kurang maka permukaan ban yang menyentuh tanah akan semakin luas dan mengakibatkan gaya gesek berlebihan.

2. Atur Jarak Main Rem
Jarak rem juga wajib diatur agar tak sampai 'menempel', yang tentunya akan membuat lari motor menjadi berat dan membuat boros bahan bakar. Jarak main tuas rem baik depan maupun belakang sebaiknya berada minimal sepertiga dari jarak main tuas secara keseluruhan.

3. Cek Kondisi Roda
Kelancaran putaran roda juga wajib untuk dilakukan pengecekan. Karena, jika putaran roda berat atau tak presisi, laju motor akan berat, dan memboroskan bahan bakar. Kondisi ini biasanya terjadi karena pelek yang "speleng", bearing roda yang aus atau kurang pelumasan, dan sebagainya.

4. Cek Busi
Busi merupakan salah satu piranti penting terkait performa boros atau tidaknya bahan bakar. Usia kerja busi hanya efektif hingga jarak tempuh 6.000-7.000 Km. Lebih dari itu, jika performa busi mulai menurun, hasil pembakaran di ruang bakar juga "ngedrop".
Alhasil pemakaian BBM menjadi boros, sebab campuran gas jadi tak terbakar dengan sempurna, tenaga mesin pun dipastikan akan menjadi loyo.
Jika usia busi masih efektif, rajin-rajinlah dibersihkan saat servis
rutin, sebab bila elektroda busi sampai diselimuti kerak, bisa menurunkan kualitas percikan busi. Selain itu, atur pula kerenggangan elektroda busi sesuai spesifikasi yang dianjurkan.

5. PelumasDaya lumas oli yang baik disebut mampu membuat kitiran mesin lebih enteng, serta dapat menjaga kompresi di ruang bakar secara sempurna. Ini akan menciptakan power mesin lebih optimal, sehingga lari motor lebih cepat, namun bensin hemat.Hal ini disebabkan karena jika oli jarang diganti maka wujudnya berubah mengental dan menghambat piston bergerak. Pengantian oli secara rutin dianjurkan dilakukan setiap jarak tempuh 2.000-2.500 Km dan pastikan gunakan oli asli sesuai tipe mesin.

6. Filter Udara
Filter jenis viscous element tak boleh dibersihkan atau disemprot angin bertekanan. Sebab, akan merusak filter dan melunturkan pelumas penangkap debu di dalamnya. Bila tampak kotor, sebaiknya segera diganti baru, namun yang berbahan busa, masih bisa dicuci. Selain menghemat konsumsi BBM, tarikan motor pun jauh lebih enteng.

7. Setel Klep
Celah klep terlalu longgar atau rapat bisa bikin tenaga mesin menurun. Biasanya, jika sang pembesut cenderung membetot gas lebih dalam demi meraih akselerasi cepat, efeknya BBM banyak terpakai. Maka itu, kerenggangan komponen ini mesti disetel tepat, sesuai dengan spesifikasi motor masing-masing.

8. Pakai Fuel Saver
Penggunaan aplikasi "part" pengirit bensin tidak haram hukumnya. Sebut saja seperti Power FX-Femax, ring bensin, dan sebagainya. Sebab berdasarkan hasil riset, “part” itu memang terbukti mampu menekan pemakaian bensin hingga 10 persen.

9. Ringankan Beban Motor
Motor yang berat dapat membuat lari ikut berat. Pengendara jadi sering memuntir gas dalam saat hendak berakselerasi cepat. Jadi, sebaiknya hindari pemakaian aksesori berlebihan yang dapat membuat bobot motor bertambah. Gunakan variasi yang berbobot enteng alias ringan.

10.  Cara Berkendara
Cara-cara irit BBM di atas tentu dapat dibilang percuma jika tidak dibarengi dengan cara berkendara yang benar. Usahakan motor anda melaju dalam kecepatan konstan antara 40-60 km/jam.
Hal-hal berkendara yang membuat boros BBM ialah kebut-kebutan, sering memuntir gas mendadak setelah motor berhenti, sering main selip kopling dan lainnya.
Sebaiknya, jalankan motor dengan kalem, mengurut gas perlahan-lahan waktu berakselerasi, memposisikan perseneling pada kondisi kecepatan dan putaran mesin yang pas. Dijamin konsumsi BBM motor Anda akan jauh lebih irit. Selamat mencoba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar